Bismillah..
Aku belajar untuk tidak menyebut sebuah nama. Biarlah Ia yang menuntunku untuk mencinta engkau yang terpilih untukku. Atau aku yang terpilih untukmu. Saat ijab kabul sudah kau ucap dengan mantap di depan Ayahku.
Aku belajar untuk tidak menyebut sebuah nama. Marilah kita fokus saja mengejar cinta Allah ta'ala. Ia tak akan menyiakan hamba yang bekerja keras untuk taat atas setiap perintahNya. Ini kan persiapkan akhir cerita indah bagi setiap yang bertakwa. Termasuk urusan "sepele" bernama cinta.
Aku belajar untuk tidak menyebut sebuah nama. Tak perlu iri dengan cerita indah drama Korea. Semua itu skenario buatan manusia. Sementara kisah kita? Allah Yang Mahacinta yang menuliskan special untuk setiap kita, hamba yang selalu dicintaiNya.
Aku belajar untuk tidak menyebut sebuah nama. Karena aku percaya, Ia telah menuliskan cerita indah untuk kita, di Lauh Mahfudz sana, insya Allah :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar