MODEL PENGEMBANGAN PROFESI GURU
Dosen Pengampu : Ade Nasem,S.Ag. M.M.Pd.
Disusun oleh:
Siti Hatikah ( 14.111.006 )
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
ASSHIDDIQIYAH KARAWANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur
di panjatkan kehadirat Allah swt. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Sholawat dan salam sejahtera semoga selalu tercurah kepada Nabi
Muhammad saw. Yang telah membimbing umatnya kejalan yang di ridhai Allah swt.
Judul Makalah ini adalah “Model Pengembangan Profesi Guru”,
makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Profesi Keguruan.
Selesainya makalah ini berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
Penulis mengucapkan terima kasih kepada :
- Ibu Ade Nasem,S.Ag., M.M.Pd. Dosen Pengampu Mata Kuliah Profesi Keguruan.
- Orang tua yang turut membantu, memberikan doa kepada penulis
- Teman-teman dan semua pihak yang telah ikut menyumbangkan fikiran dan dorongan selama proses penyusunan.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan. Untuk itu,
segala kritik dan saran yang bersifat membangun akan Penulis terima
demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya, hanya kepada Allah jualah semuanya di
serahkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan semua pihak mendapat balasan yang
setimpal, Amiiien.
Karawang,
16 Januari 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar........................................................................................................... i
Daftar
Isi.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................
2
C. Tujuan Penulisan............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3
A. Pengembangan Profesionalisasi
Guru............................................................. 3
B. Model
Pengembangan Profesi Guru .............................................................. 4
BAB III PENUTUP................................................................................................. 8
A.
Kesimpulan....................................................................................................
8
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................................................
9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengembangan profesionalisasi guru dilakukan
berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok guru, maupun individu guru
sendiri. Menurut Danim dari perspektif institusi, pengembangan guru
dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kualitas staf
dalam memecahkan masalah-masalah keorganisasian. Selanjutnya dikatakan juga
bahwa pengembangan guru berdasarkan kebutuhan institusi adalah penting, namun
hal yang lebih penting adalah berdasarkan kebutuhan individu guru untuk
menjalani proses profesionalisasi. Karena substansi kajian dan konteks
pembelajaran selalu berkembang dan berubah menurut dimensi ruang dan waktu,
guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya.
Profesi keguruan mempunyai tugas utama melayani masyarakat dalam dunia pedidikan.
Sejalan dengan itu,
jelas kiranya bahwa profesionalisasi dalam bidang keguruan mengandung arti peningkatan segala daya dan usaha dalam
rangka pencapaian secara optimal layanan yang
akan diberikan kepada masyarakat. Untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini,
maka profesionalisasi guru (pendidik) merupakan suatu keharusan,
terlebih lagi apabila kita melihat kondisi objektif
saat ini berkaitan dengan berbagai hal yang ditemui dalam melaksanakan pendidikan,
yaitu : (1) perkembangan Iptek, (2) persaingan global bagi lulusan pendidikan, (3)
otonomi daerah dan (4) implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).[1]
Dari uraian di atas, maka Penulis tertarik untuk membuat sebuah makalah
yang berjudul “Model Pengembangan Profesi Guru”
dengan membahas lebih lanjut mengenai apa saja dan bagaimana tugas dan beban kerja sebagai seorang
guru.
B.
RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas,
adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
- Apa yang dimaksud dengan Pengembangan Profesionalisme guru ?
- Apa saja Model-model Pengembangan Profesi Guru?
C.
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
- Untuk mengetahui maksud dari Pengembangan Profesionalisme guru
- Untuk mengetahui Model-model Pengembangan Profesi Guru.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengembangan Profesionalisasi guru
1.
Makna
Profesional, Profesionalisme, dan profesionalisasi
Berbicara
mengenai profesional pemikiran kita akan tertuju
pada pekerjaan. Menurut Danim Sudarman, makna profesional merujuk pada dua hal. Pertama orang yang menyandang suatu
profesi. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan sesuai dengan
keahliannya dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa
tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. Kedua, kinerja atau performance seseorang dalam melakukan
pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.
Profesionalisme berasal dari bahasa inggris Profesionalism yang secara leksikal berarti
sifat profesional. Menurut Jasin, Anwar profesionalisme dapat diartikan sebagai
kometmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya
dan terus-menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam
melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu.
Profesionalisasi merupakan
proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu
profesi untuk standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang
diinginkan oleh profesinya itu. Profesionalisasi mengandung makna dua dimensi
utama , yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan-praktis.
2.
Pengembangan Profesionalisme Tenaga Pendidik
Menurut Sudarwan Danim
(2002:51) menjelaskan bahwa pengembangan profesionalisme guru dimaksudkan untuk memenuhi tiga kebutuhan.
Pertama, kebutuhan sosial untuk meningkatkan kemampuan sistem pendidikan yang
efisien dan manusiawi serta melakukan adaptasi untuk penyusunan kebutuhan-kebutuhan sosial.
Kedua, kebutuhan untuk menemukan cara-cara untuk membantu staff pendidikan dalam rangka mengembangkan pribadinya secara luas.
Ketiga, kebutuhan untuk mengembangkan dan mendorong kehidupan pribadinya, seperti halnya membantu siswanya dalam mengembangkan keinginan dan keyakinan untuk memenuhi tuntutan pribadi
yang sesuai dengan potensi dasarnya
B.
Model
PengembanganProfesi Guru
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Dapertemen Pendidikan Nasional (2005) menyebutkan beberapa alternatif
Program Pengembangan profesionalisme guru, sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Guru
Sesuai
dengan peraturan yang berlaku bahwa kualifikasi pendidikan guru adalah minimal
S1 dari program keguruan, maka masih ada guru-guru yang belum memenuhi
ketentuan tersebut. Oleh karenanya program ini diperuntukkan bagi guru yang
belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1 untuk mengikuti pendidikan S1
atau S2 pendidikankeguruan. Program iniberupa program
kelanjutanstudidalambentuktugasbelajar.
2. Program PenyetaraandanSertifikasi
Program ini diperuntukkan bagi guru yang
mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya atau
bukan berasal dari program pendidikan keguruan. Hal ini terjadi karena
sekolah mengalami keterbatasan atau kelebihan guru mata pelaajaran tertentu.
Sering terjadi kualifikasi pendidikan mereka lebih tinggi dari kualifikasi yang
dituntut namun tidak sesuai, misalnya berijazah S1 tetapi bukan kependidikan.
Mereka dapat mengikuti program penyetaraan atau sertifikasi
3. Program SupervisiPendidikan
Dalampraktikpembelajarn di
kelasmasihseringditemui guru-guru yang ditingkatkanprofesionalismenyadalam
proses belajarmengajarnya. Seringadapersepsi yang salahataukurangtepat di
manatugas supervisor
seringdimaknaisebagaitugasuntukmencarikesalhanatauuntumngadili guru,
padahaltujuannyauntukmeningkatkanefektivitasdanefisiensi proses belajarmengajar.
Ciriutamasupervisiadalahperubahandalamkearah yang lebihbaik, positif proses
belajarmengajarlebihefektifdanefisien.
4. Program Pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata
Pelajaran)
MGMP adalah suatu forum atau wadah kegiatan
profesional guru mata pelajaran sejenis disanggar maupun di masing-masing
sekolah yang terdiri dari dua unsur yaitu musyawarah dan guru mata
pelajaran. Guru mata pelajaran adalah guru SMP dan SMA Negeri atau Swasta yang
mengasuh dan bertanggung jawab dalam mengelola mata pelajaran yang ditetapkan
dalam kurikulum.
Guru bertugas mengimplementasikan kurikulum
di kelas. Dalam hal ini dituntut kerjasama yang optimal diantara para guru.
Dengan MGMP diharapkan akan meningkatkan profesionalisme guru dalam
melaksanakan pembelajaran yang bermutu sesuai kebutuhan peserta didik.
Wadah profesi ini sangat diperlukan dalam memberikan kontribusi pada
peningkatan keprofesionalan para anggotanya.
5. SimposiumGuru
Selain MGMP ada forum lain yang dapat digunakan sebagai wadah
untuk saling berbagi pengalaman dan pemecahan masalah yang terjadi dalam
proses pembelajaran yaitu simposium. Melalui forum simposium guru ini
diharapkan para guru menyebarluaskan upaya-upaya kreatif dalam pemecahan
masalah. Forum ini selain sebagai media untuk sharing pengalaman, juga berfungsi untuk kompetisi antar guru,
dengan menampilkan guru-guru yang berprestasi dalam berbagai bidang, misalnya
dalam pengunaan metode pembelajaran, hasil penelitian tindakan kelas atau
penulisan karya ilmiah.
6.
Program Pelatihan
Tradisional
Pelatihaninipadaumumnyamengacupadasatuaspekkhusus
yang sifatnyaaktualdanpentinguntukdiketahuioleh para guru, misalnya: CTL, KTSP,
PenelitianTindakanKelas, PenulisanKaryaIlmiah, danlain sebagainya.
7.
Membaca
dan Menulis jurnal atau Karya Ilmiah
Denganmembacadanmemahamiisijurnalataumakalah
ilmiah lainnyadalambidangpendidikan guru dapatmengembangkanprofesionalismenya.
Selanjutnyadenganmeningkatnyapengetahuanseiringdenganbertambahnyapengalaman,
guru diharapkandapatmembangunkonsepbaru, keterampilankhususdanalat/media
belajar yang dapatmemberikankontribusidalammelaksanakantugasnya.
8. Berpartisipasidalampertemuanilmiah
Partisipasi guru minimal
padakegiatankonferensiataupertemuanilmiahsetiaptahunakanmemberikankontribusi
yang berhargadalammembangunprofesionalisme guru
dalammelaksanakantanggungjawabnya. Penyampaianmakalahutama,
kegiatandiskusikelompokkecil, pameranilmiah, pertemuan informal
untkbertukarpikiranatau ide-ide baru,
dansebagainyasalingberintegrasiuntukmemberikankesempatanpada guru untuktumbuhsebagaiseorangprofesional.
9. Melakukanpenelitian
(khususnyaPenelitianTindakanKelas)
PenelitianTindakanKelas (PTK) yang
merupakanstudisistematik yang dilakukan guru
melaluikerjasamaatautidakdenganahlipendidikandalamrangkamerefleksikandansekaligusmeningkatkanpraktikpembelajaransecaraterusmenerusjugamerupakanstrategi
yang tepatuntukmeningkatkanprofesionalisme guru. Berbagaikajian yang
bersifatreflektifoleh guru yang dilakukanuntukmeningkatkankemantapanrasional,
memperdalampemahamanterhadaptindakan yang dilakukandalammelaksanakantugasnya,
danmemperbakikondisidimanapraktikpembelajaranberlangsungakanbermanfaatsebagaiinovasipendidikan.
10. BerpartisipasidanAktifdalamOrganisasiProfesi
Ikutsertamenjadianggotaorganisasi/komunitasprofesionaljugaakanmeningkatkanprofesionalisme
guru.
Organisasi/komunitasprofesionalbiasanyaakanmelayanianggotanyauntukselalumengembangkandanmemeliharaprofesionalismenyadenganmembangunhubungan
yang eratdenganmasyarakat (swasta, industri, dansebagainya). Dalamhalini yang
terpentingadalah guru haruspandaimemilihsatubentukorganisasiprofesional yang
dapatmemberimanfaatutuhbagidirinyamelaluibentukinvestasiwaktudantenaga
11. Menggalang Kerjasama dengan Teman Sejawat
Kerjasama dengan teman seprofesi sangat
menguntungkan bagi pengembangan profesionalisme guru. Banyak hal dapat
dipecahkan dan dilakukan berkat kerjasama, seperti: Penelitian Tindakan Kelas,
berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah dll.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Pengembangan profesionalisme
guru dimaksudkan untuk memenuhi tiga kebutuhan. Salah satu nya adalah kebutuhan sosial untuk meningkatkan kemampuan sistem pendidikan
yang efisien dan manusiawi serta melakukan adaptasi untuk penyusunan kebutuhan-kebutuhan sosial.
2. Model-model Pengembangan
profesionalisme guru, diantaranya adalah sebagai berikut : Program Peningkatan Kualifikasi
Pendidikan Guru,
Program Penyetaraan dan Sertifikasi, Program
Supervisi Pendidikan, Program Pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata
Pelajaran), Simposium Guru, Program
Pelatihan Tradisional, Membaca dan Menulis jurnal atau Karya Ilmiah, Melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta Berpartisipasi dan Aktif dalam Organisasi Profesi
DAFTAR PUSTAKA
o
https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2014/10/15/3-jenis-kegiatan-pengembangan-profesi-guru/diakses-pada-tanggal-16-Januari-2017/pukul-08.30
o
http://ihatmajid.blogspot.co.id/2015/05/strategi-pengembangan-profesi-guru.html/diakses-pada-tanggal-16-Januari-2017/pukul-08.30

